putih abu abu dengan sedikit goresan tinta
ditulis pada malam 17 januari 2019 yang sudah tanggal 18 aku merindukan masa masa yang paling indah yang pernah aku dan semua remaja alami. sebenarnya setiap hari penuh rindu, tapi baru malam ini menjadi tulisan.
17 januari tahun 2018,2017 dan 2016 aku dan teman teman masih berada di halaman sekolah menikmati masa yang tak pernah aku dapatkan lagi sekarang dan mungkin selamanya.
jika waktu bisa diputar kembali aku ingin mengulang masa masa itu dan menghentikan waktu agar waktu tetap seperti itu dan tak pernah menjadi waktu saat ini.
jika dulu para siswa siswi mengutuk hari senin, dan memuja hari jumat dan sabtu, mungkin sekarang para mantan siswa paling merindukan hari senin disekolah, merindukan upacara yang membuat kaki dan tangan pegal setengah mati karna terpaksa berdiri terlalu lama mendengarkan pembina upacara berceramah dan karna terlalu sering memberi hormat kepada bendera merah putih yang selalu berkibar setiap hari namun hanya dihormati ketika hari senin.
Dulu sewaktu masih sekolah, ketika guru belum juga masuk kelas padahal bel masuk sudah berbunyi sejak 15 menit yang lalu, kami para siswa siswi selalu berdoa dan berharap jika ibu/bapak itu memang tidak masuk mungkin karena ia sakit, atau anaknya yang sakit, atau karna kepanasan jika hari itu sedang panas, atau karna kebanjiran jika hari itu sedang hujan deras, atau mungkin saja karna lupa, terserah apa saja alasannya yang jelas kami berdoa agar ia tidak mengajar hari ini. Tapi tenang saja, biarpun doa kami terlihat seperti doa orang jahat, karna pada kenyataannya doa dan harapan kami akan dihancurkan oleh anak anak kutu buku dikelas yang selalu menjadi pahlawan ilmu yang akan menjemput guru kekantor guru jika guru telat masuk.
Sekolah itu bukan hanya untuk ajang pencarian ilmu dan ijazah saja, di sekoolah kami melakukan apa saja yang kami senangi bahkan melakukan semua yang kami senangi tanpa harus melakukan apa yang tidak kami suka. contohnya ketika kami sedang males mendengarkan guru dikelas, kebanyaan dari kami akan memilih untuk tidak masuk kelas dan akan lebih tertarik pada kantin untuk ditongkrongin dari pada harus duduk diam dibangku sambil menopang tangan didagu dan diatas meja tanpa mengerti apa yang dibicarakan si guru. mungkin para guru akan menilai itu adalah sebuah perilaku yang menyimpang dan bejat, sehingga jika ketauan akan dimasukkan kedalam ruang petak yang bersekat dan akan berhadapan dengan guru bp yang siap mengintrogasi dengan segudang pertanyaan dan siap dengan sebuah hukuman, guru bpnya cuma satu, teman temannya yang banyak. itu hanya salah satu contoh perilaku menyimpang yang dilakukan murid murid disekolah namun selalu dilakukan dan menjadi kebiasaan hahahaha dan masih banyak lagi perilaku menyimpang lainnya.
Para mantan murid mungkin merindukan paginya yang dulu sebagai siswa sma, yang malas bangun pagi sehingga sang ibu harus membangunkan berkali-kali bahkan mungkin ada yang harus dibuatkan hujan lokal dulu agar beranjak dari tempat tidur, berlama lama didalam kamar mandi bukan untuk mandi tapi untuk melanjutkan tidurnya yang terjeda karna dibanguni sang ibu tadi, kemudian ketika keluar kamar mandi melihat jam sudah menunjukkan 07.00 yang artinya 15 menit lagi gerbang akan ditutup, jika sudah begitu baru seketika speed nambah menjadi beribu ribu kali lipat persen, memakai seragam sambil sarapan, bahkan ada yang pake sepatu sambil disulangi, yang anak laki laki tiba tiba menjadi pembalap seperti rossi, dan yang anak perempuan akan menjadi seperti nenek nenek kehilangan gigi palsu, yang sangat bawel kepada ayahnya mintak buru buru diantarkan dan memaksa menjadi pembalap untuk menambah kecepatan.
Jika sudah terlanjur telat, apa boleh buat. terpaksa harus berdiri didepan gerbang menunggu guru piket datang membawa lembaran absen yang bertuliskan daftar nama siswa siswi yang terlambat. selamat yang namanya tercatat masih satu atau dua kali terlambat di buku, karna akan disegerakan untuk masuk kedalam kelas. celaka yang namanya sudah tertulis tiga kali bahkan lebih di buku, karna lagi lagi akan berhadapan dengan ibu bp beserta kawan kawannya didalam ruangan yang berisi banyak ac namun tetap saja rasanya seperti jagung bakar yang sedang dikipasin, tetap panas mau gosong. Tak jarang sebagian anak laki laki jika terlambat akan memilih tidak masuk sekolah saja, mereka akan berbelok ke tempat tongkrongannya sambil memesan mie instan dan nutrisari lalu menghisap berbatang batang rokoknya.
Para siswa siswi menciptakan semua kesenangannya disekolah, merubah suasana sekolah yang tegang akan pelajaran menjadi berisik akan gelak tawa teman teman. Kebanyaan guru guru akan pusing, marah marah, keluar kelas, bahkan guru ppl akan menangis karna merasa tidak dihargai. jika sudah begitu, para siswa akan dihantui rasa bersalah tapiiiii cuma sebentar, lalu bersyukur dan bersenang senang kemudian. namun tak semua guru seperti itu, guru muda yang sok galak akan mengancam akan tidak menuntaskan mata pelajaran dia satu kelas, lalu kami para siswa siswi seketika diam seperti kucing disiram air, bahkan jika guru guru yang sudah tua dan galak, tak ada satu siswa pun yang berani macam macam dikelas, semuanya tertib walau hanya manipulasi semata agar tidak dicubit atau dijewer. Tapi tak semua guru kami anggap musuh bebuyutan, beberapa dari mereka ada yang mengerti menjadi kami kemudian berperan sebagai teman dari kami, jika seperti itu murid murid akan mengidolakan guru itu, dan mengatakan kepada teman teman kenapa tidak dia saja yang mengajar semua pelajaran, pasti takkan ada ocehan menjengkelkan, cubitan, jeweran dan perilaku lainnya yang tidak menyenangkan.
Ketika 15 menit lagi bel istirahat akan berbunyi, sebagian siswa sudah merapikan buku dan alat tulisnya kedalam laci atau tas seperti sudah tak niat belajar dan hanya memikirkan satu hal, kantin. ada juga yang permisi ketoilet namun tidak benar benar ke toilet melainkan lari kekantin dan tidak kembali ke kelas untuk mengkorupsi jam istirahatnya. Tak hanya murid saja yang suka korupsi waktu istirahat, tak jarang juga guru korupsi jam mengajar, bel istirahat sudah berbunyi sejak 5 menit yang lalu, namun sang guru masih dengan seenaknya melantunkan materi materi yang sudah tidak didengarkan muridnya sedari tadi. jika sudah begitu jam dinding akan menjadi satu satunya hal yang paling menarik bagi murid untuk dilihat dan dikutuk, lalu murid murid akan dengan sengaja pura pura bertanya sudah jam berapa kepada teman sendiri diikuti suara yang disetel agar siguru bisa mendengar pertanyaan sang murid kepada temannya lalu tersadar bahwa jamnya sudah lebih.
kantin full, sebagian siswa siswi pasti akan males kekantin, namun tak apa kami pasti tetap akan bahagia selama itu masih jam istirahat kami akan selalu senang dan tenang, tanpa guru, tanpa tangan yang pegal karna menulis kembali tulisan yang padahal sudah ada dibuku, dan tentu saja tanpa ceramah, yand ada hanya teman teman, cemilan, guyonan, ejekan, dan gelak tawa pastinya.
Bel pulang berbunyi, sebagian memang pulang kerumah, sebagian tak pulang dan duduk ditepi sekolah hanya untuk melegakan pikiran dari pusingnya pelajaran sekolah, sebagian lagi tak benar benar pulang melainkan pergi ketempat lain yang sudah direncanakan sejak masih berada didalam kelas saat guru sedang menjelaskan.
semester semester akhir tiba, para siswa memilih tempat lesnya masing masing untuk dijadikan andalan bekal persiapan un dan mencapai peguruan tinggi nantinya, ada yang benar benar les karna masuk kampus idamannya, ada juga yang masuk les karna temannya juga les, dan yang paling sering terjadi ada yang les karna orang tuanya yang bawel memaksa. tak ada yang buruk dari les, walau terkesan memakan tenaga karna pulang larut malam, tapi tak ada yang benar benar lelah, karna saat sedang les pun kami bersama teman teman, seperti disekolah kami belajar sedikit sisanya bermain yang banyak. mungkin saat ini ada juga yang sedang menyesal karna terlalu banyak bermain main pada saat sma dan pada saatnya les sehingga tidak bisa masuk kedalam universitas negeri yang hebat yang dianggap hebat oleh orang orang dan akan dibanggakan orang tua jika berhasil memasukinya, tapi tak ada juga yang ingin merubah masa itu, tak ada yang benar benar menyesal karna pernah melakukan hal hal menyimpang disekolah dan mengabaikan pelajaran, karna jika kemarin belum bisa masuk ke universitas yang diidamkan, tahun ini tahun depan dan tahun tahun berikutnya masih akan ada banyak kesempatan untuk mengulang, tapi dunia persekolahan? bagaimana pun dirindukan tapi tak akan pernah terulang. jadi biarlah semuanya menjadi kenangan manis yang konyol.
semua itu terus terjadi selama tiga tahun, tak pernah ada kata bosan untuk melakukannya, karna disetiap adegan memiliki masing masing kenangan yang berbeda untuk dikenang selamanya.
tak terasa tiba tiba ternyata sudah UN saja, dan pada saat hari terakhir UN semua siswa yang masih didalam kelas nyatanya hanya raganya saja yang berada didalam kelas, namun jiwanya sudah pergi melayang layang memikirkan yang terjadi setelah UN, memikirkan akan mencoret coret seragam sekolahnya dengan pilox warna warni yang sudah menemani didalam tas, membayangkan tanda tangan siapa saja yang akan menghiasi seragamnya nanti, tanpa sadar bahwa sebenarnya hari itu adalah hari terakhir mengenakan seragam sekolah dan tak sadar bahwa akan merindukan masa itu setengah mati tanpa tau cara mengatasinya. UN telah usai, para siswa berhamburan meninggalkan gedung sekolah, mengumpulkan teman teman untuk bersama sama pergi ketempat yang sudah menjadi tujuan untuk dijadikan saksi dari akhir seragam sma. semua terlihat bahagia kala itu, saat sedang mencoret dan dicoret seragamnya. tak ada yang tak tersenyum, semuanya tersenyum senang dengan perasaan yang mungkin melegakan, namun hanya sesaat, kemudian sesak dalam dada akan menemani sepanjang masa karna rindu.
orang orang yang simpang siur melawati kami yang sedang berbahagia mencoret coret seragam sekolah akan mengutuk kami karna menilai telah membuang buang seragam sekolah, tapi terserah saja mereka berkata apa. mereka sebenarnya ingat atau mungkin pura pura tidak ingat jika dulu mereka juga pernah melakukannya. kami tak pernah membuang buang seragam ini, kami hanya menghiasinya dengan karya yang sangat bernilai harganya, kemudian bukan dibuang, namun disimpan di dalam lemari untuk dilihat sehabis mandi dan dilakukan setiap hari.
Hingga pada akhirnya kita tamat juga dari sma, meninggalkan semua yang ada disekolah namun tidak pernah benar benar meninggalkan apalagi melupakan, karna semuanya akan tersimpan di dalam hati dan pikiran dan menyatu dalam kenangan masa lalu yang tak terlupakan.
18 april 2018, menjadi hari yang paling bahagia bagi kami karna hari itu artinya kami sudah berhasil melewati masa masa sma kami dengan sempurna dengan teman teman yang membuatnya sempurna.
18 april 2018, menjadi hari yang paling menyedihkan bagi kami karna hari itu artinya kami harus menyudahi masa yang paling membahagiakan selama hidup dibumi ini.
Ada sangat banyak kenangan manis disekolahku, smaku. jika dituliskan tak pernah bisa benar benar seindah yang pernah dialami dulu, tapi cukup untuk sekedar mengobati rindu yang menggebu namun tak pernah benar benar menyembuhkan rindu.
bukan nilai pelajaran yang rata ratanya 90 yang membuat siswa siswi menjadi merindukan masa sekolahnya dan selalu mengenangnya dengan penuh rindu, tapi karna kenakalan kenakalan batas wajar yang pernah terjadi kala itu.
kepada teman temanku terima kasih sudah mengisi masa sma ku dengan sangat sempurna sampai membekaskan rindu yang sempurna pula, walau hingga kini tak ada yang berubah dari kita, tapi tak ada pula yang sama seperti dulu saat kita masih sama sama mengenakan putih abu abu yang dihiasi dengan sedikit gores goresan pulpen teman yang tak sengaja mengoreskannya atau bahkan dengan sengaja menggoreskannya.
kepada guru ppl yang pernah menangis, guru muda yang sok galak, guru tua yang memang galak, jika dulu kalian lah yang paling menyebalkan dan selalu ingin dimusnahkan dari kelas, nyatanya sekarang kalian juga sangat dirindukan dan ingin dihadirkan kembali, tak apa bila dimarahi lagi, dicubit kembali, atau dijewer lagi, kami takkan mendengus kesal penuh dendam seperti dulu lagi, kami akan terima dengan senang hati asalkan masa itu kembali lagi. tanpa kalian, masa sma kami takkan pernah sesempurna ini, jadi terimakasih sudah pernah membuat kami kesal kemarin, biar bagaimana pun kami sangat menyayangi kalian semua
kepada adik adik yang saat ini masih menempati bangku sma yang pernah kami duduki, kami coret coret dengan stipo, kami tempeli dengan permen karet, mungkin saat ini kalian berharap ingin cepat cepat menyudahi dunia sma dan membayangkan menjadi mahasiswa yang bebas tanpa batas, tanpa guru, tanpa ibu bp, tanpa satpam yang suka nutup gerbang, tanpa seragam yang membosankan, kalian akan menyesal pernah berharap seperti itu, karna pada kenyataannya yang kalian harapkan hari ini lalu kemudian terjadi nanti, kalian akan kembali berharap jika hari ini akan terulang kembali tanpa pernah menginginkan lusa kembali. seperti kami yang berharap hari kemarin terjadi lagi dan tak ingin hari ini terjadi.
kepada ibu dan bapak kantin terimakasih karna selalu menjadi andalan dan pelarian kala perut sedang kelaparan dan kala sedang bosan akan pelajaran, dan tetap melayani padahal menjadi bahan omelan ibu kepala sekolah karna melayani kami disaat jam pelajaran.
kepada semuanya yang ada disekolah, terima kasih.
Komentar
Posting Komentar